Selasa, 09 Desember 2014

Sakitnya Itu Di Sini

“Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi”

Nyanyian itu selalu kudengar, dan tidak pernah ada kata bosan. Memang iya, lirik lagu itu mengingatkanku akan kisah cinta yang pernah singgah di hati ini. Cinta memang tidak pernah tahu, kapan datang dan perginya. Namun, aku bahagia karena bisa menjadi

DUA HATI BEDA DUNIA

Pilu hati pilu jiwa
Kian lama kian duka
Kita jauh satu sama
Cita hati tahu rasa

Satu satu hati cita
Beda ardi kian lara
Sapa kaku jauh mata
Caya hati suka lupa

Ardi beda satu sama
Aral kaca lupa kini
Satu maya satu nyata
Kali temu suka hati

Satu satu hati cita
Kini nyata daku suka
Tawa hati raih cinta
Hidup sama kita berdua


B. Aceh, 8\11\2014