Sabtu, 23 November 2013

Yang Selama Ini Kurindukan"

Indahnya ombak laut itu, menari-nari dengan lembutnya. Batu karang itu pun tak enggan di terjang ombak yang terkadang mampu menyakitinya. Senja kini hampir tiba, aku masih setia menunggu di sini. Jingga senja hampir menampakkan diri, namun aku belum juga beranjak dari tempatku. Aku masih setia menunggu kehadirannya. Ya, dirinya yang membuat hatiku menahan rindu bertahun-tahun lamanya.

Kini sang bulan telah menggantikan sinarnya mentari, namun diriku masih di sini. Ada rasa kecewa di hatiku, bukannya semalam ia katakan akan datang menghampiriku. Hembusan angin itu semakin terasa di tulang ini, baju jaketku tak mampu menghalangi hembusan angin malam itu. Aku yang sedari tadi siang di sini masih saja setia menunggu, karena kuyakin dirinya pasti datang menghampiriku.

Dia Yang Rela Merebut Suamiku

Cahaya rembulan menemaniku, di saat hatiku sedang pilu, hati sendu menahan cemburu, walau aku tahu cintamu hanya untukku. Dua tahun sudah dirimu pergi bersamanya, walau sebenarnya aku tak rela, tapi, aku tak bisa berbuat apa-apa. “Mas, kenapa dirimu tega meninggalkanku. Hanya karena dia, dirimu rela meninggalkanku.” Bisikku dalam kalbu.

Butiran air mata telah membasahi pipiku, rasa rindu kini menghampiriku. Begitu jahatnya dia yang rela merebut suamiku, apa sih maunya... mengapa aku yang harus menjadi korbannya. Aku tahu dia bisa memberi segalanya, tapi, tidak harus dengan merebut suamiku!

Malam kian larut, membuatku teringat kembali kepada suamiku. Ya, malam itu. Tepatnya di hari selasa malam rabu, dua tahun yang lalu. Aku yang sedang mengandung tiga bulan, hanya mampu menangis di kamarku.

Rasa Rindu

Hembusan angin malam temanilah aku
Bulan purnama terangilah malam ini
Agar aku tak sendiri
Agar aku tak takut akan malam yang kelam itu

Detingan jarum jam berputar tanpa henti
Seakan ia tau akan kesendirianku ini
Ia pun menemaniku dalam sepi
Air mata ini tak terbendung lagi

Menetes membasahi pipi
Rasa itu ternyata sangat menyusuk hati
Rasa yang tak dapat ku obati
Rasa rindu yang menggebu di jiwa ini

Seandainya saja kau ada disini
Seandainya saja kau tak pergi
Seandainya saja kau mau memahami
Mungkin air mata ini
Akan tergantikan dengan senyuman yang penuh arti