Rabu, 12 Maret 2014

Inilah Takdirku

Cintaku untukmu bagaikan beningnya permata, yang selalu memancarkan kilauan asmara membuat hatiku tak mampu melupakanmu. Malam-malamku selalu dihiasi akan bayanganmu: cantik, manis, berambut panjang yang menawan.
“Aku harus memilikimu,” batinku. Hari-hariku selalu mencari tahu tentangmu, sampai akhirnya aku tahu siapa namamu, Nada Naqilla.
Rasa rindu yang amat kejam telah menyayat hatiku, darah amarah kini telah mengalir bak air bah menghantam ribuan rumah.
“Inikah arti cintaku kepadanya? Yang hanya mampu dibalas dengan bisu semata? Aku harus memilikimu, Nada! Harus....!” jeritku dalam kalbu.