Minggu, 26 Oktober 2014

Hanya Hati

Cemburu. Cemburu itu terkadang membuatku gila. Dia dengan seenaknya bersua ria bersama mereka, tanpa pernah tahu akan perasaanku padanya. Mata melirik, telinga mendengar. Suara tertahan bagaikan batu yang tak bisa bersua. Hati ini sakit tertahan. Begitu banyak teriakkan yang tak pernah terdengar---hati berbicara, hati menangis. Hanya hati. Ya, hanya hati.


Gila sudah aku ini, menyimpan semua duka yang hanya di hati. Aksaraku pun tak ada arti, walau telah beribu-ribu kata terukir hanya untuknya. Ah, sialnya aku. Sudah lidah ini kaku. Aksara pun tak mampu membuatnya melirik kepadaku. Gila sudah aku. Cinta. Rindu. Cemburu. Itu semua hanya menjadikan hatiku berteriak tak ada arti. Tangisan pun tak 'kan nampak dari diriku---karena aku selalu tersenyum manis untuknya.

B. Aceh, 251014

Aku dan Kamu



Aku dan kamu begitu dekat
Sedekat kertas putih dan pena
Aku semakin terpikat
Di kala kau menyapa dengan indahnya aksara

Aku dan kamu begitu dekat
Sedekat mentari dan awan yang berarak
Aku semakin terperanjat
Di kala kau memberiku lingkaran kecil berlapiskan perak

Kini, aku dan kamu semakin dekat
Di kala ijab kabul telah terucap
Aku semakin  berharap
Agar cinta kita terus saja terikat



Banda Aceh, 26102014