Minggu, 19 Oktober 2014

Sang Perindu



Aku adalah sang perindu
Rinduku hanya untukmu
Dirimu yang telah mencuri hatiku
Hatiku yang pernah kau rayu
Rayuanmu mampu menghanyutkanku
Hanyut bagaikan terbang ke langit ketujuh

Aku adalah sang perindu
Rinduku hanya untukmu
Dirimu yang kini telah menjauh
jauh sejauh dunia nyataku bersamamu

Aku adalah sang perindu
Rinduku kepadamu kini t’lah membuatku sendu
Sendu hanya karena kita tak mampu bertemu
Bertemu denganmu yang hanya di dunia selalu
Dan itu selalu membuatku jemu

Aku adalah sang perindu
Rinduku selalu untukmu
Walaupun aku tahu
Dirimu tak pernah ada untukku



Banda Aceh, 20 Juni 2014