Sabtu, 24 Januari 2015

Kala Cinta Menghampiri

Si hitam pekat itu, merusak semangat yang ada. Mau tidak mau, ya, harus mau. Demi tugas kampus, sekarang aku berada di sini. Di sebuah cafe yang—kebanyakan—penghuninya para lelaki semua.

“Mau pesan apa, Dik?” seorang pemuda dengan wajah oval, bertanya kepadaku.
“Jus jeruk aja, satu.” Aku berkata sembari menyapu pandangan keseluruh arah cafe.

Aneh. Minuman hitam itu ternyata begitu banyak peminatnya. Bahkan, di sudut kanan cafe seorang perempuan juga memesan minuman hitam itu.

“Makasih, Bang,” kataku, sambil pemuda bermuka oval meletakkan minuman di atas meja. “Oh, iya, boleh tanya-tanya?”
“Boleh. Mau tanya apa, Dik?” ucapnya.
“Ini, pingin tanya-tanya masalah kopi. Boleh?” kataku.
“Hmm, boleh,” garis senyuman yang indah, untuk dipandang, “kenapa mau tanya tentang kopi?”
“Buat tugas kampus. Hmm ... kopi itu rasanya gimana, sih? Enak, ya?” tanyaku penasaran.
“Belum pernah minum, ya?” tanyanya.
“Belum,” ucapku sembari melirik dirinya.
“Maunya tadi pesan kopi aja. Biar tahu rasa kopi itu apa,” lanjutnya.
“Qilla enggak suka, kopi! Nanti malah nggak bisa tidur,” jawabku sembari mencicipi jus jeruk.
“Ooo ... namanya Qilla,” katanya sembari tersenyum, “kopi itu rasanya ... campur aduk, La.”
“Campur aduk?” kulit jidatku berkerut tanda tak mengerti.
“Iya, rasanya, pahit, manis, dan ada rasa asamnya juga, tetapi sepertinya pahit lebih dominan deh!”
“Oh, gitu ya? Sepertinya nggak enak. Tapi, banyak peminatnya, ya!”
“Enak kok, Qilla aja yang belum rasa,” lanjutnya.
“Enggak enak, deh Bang. Pahit gitu, asam lagi!” ucapku.
“Iya, sih pahit. Asam. Tapi manis juga loh, La,” lanjutnya,

Kopi Sanger? Wajib Untuk Mencicipinya.


"Di kedai-kedai kopi ini, umumnya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sudah sering kita temui di daerah-daerah lain di Indonesia, tapi Sanger adalah racikan yang khas dan orisinil dari Aceh.

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari Sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.” [Ardee/IndonesiaKaya]

Baru menyadarinya kalau sanger itu berbeda dengan kopi susu. Padahal hampir setiap hari tidak pernah melewatkan minuman kopi yang telah diracik itu. Tidak hanya itu, pembaca budiman. (pantesanlah sebagian orang luar Aceh tidak ngeh dengan nama sanger itu) ternyata minuman sanger adalah racikan khas dan orisinil Aceh punya, lho!

Kopi hitam, dulu sering saya meminumnya. Kopi susu juga pernah, dan sekarang setiap ke warung kopi/cafe yang dipesan, ya, minuman khas itu—sanger. Rasanya memang beda dengan kopi susu, sanger lebih terasa akan rasa kopinya yang pahit. Namun, rasa manis dari susu serta sedikit gula menjadikan rasanya susah diungkapkan. Sama halnya dengan cinta kali ya? Kebanyakan pahitnya daripada manisnya (kisah nyata gue, hikz) ah, abaikan cinta itu, kembali lagi ke kopi. Kopi di Aceh begitu banyak peminatnya. Tidak hanya warga Aceh saja menyukai minuman hitam ini. Kopi hitam sangat diminati oleh semua kalangan. Citarasanya yang menggugah itu enggan untuk dilewatkan.

Di Aceh sendiri. Minuman kopi telah menjadi budaya keseharian. Tidak pagi, tidak sore, tidak malam, minuman itu yang menjadi hidangan setiap harinya. Warga Aceh, tanpa kopi bagaikan hidup tanpa nyawa sepertinya. Di Aceh sendiri, warung kopi berjimbun. Setiap tempat pasti kita bisa jumpai warung kopi. Ada yang bernuansa modern ada juga yang masih dengan tradisonalnya.
Kopi Robusta sangat mudah dijumpai di Kota ujung Sumatra ini. Arabika yang telah mendunia pun tak sulit untuk mendapatkannya. Saran saya, apabila anda mengunjungi Kota kecil ini. Anda wajib mencicipi minuman kopi di sini. Karena, rasanya akan berbeda dengan kopi-kopi yang ada di Kota lain, dan … saya sarankan jangan lupa untuk mencicipi kopi yang telah diracik khas dari Aceh, yaitu; sanger. [Putri N. Akhla/Trienalala]

Rabu, 07 Januari 2015

Teman

Teman
Engkau selalu baik dalam berkawan
Tak ada kata untuk melawan
Sapa santun selalu kauberikan

Teman
Hari-hariku begitu indah menawan
Tatkala canda tawa selalu kauberikan
Tak pernah sedikit pun tangisan kauhadirkan

Teman
Suka dan duka menjadi kenangan
Di kala kita menghadapi rintangan
Kita tetap berjuang dengan penuh kesabaran

Teman
Tak ingin hati ini kelihalangan
Sukamu sukaku, begitu juga dengan kesediha
Tanpamu, aku akan merasakan kekecewaan



Banda Aceh,16-11-2014