Rabu, 03 Juni 2015

Cinta Dalam Diam

Oleh: Putri N. Akhla

Menjaga hati untuk bisa lebih baik ternyata susah juga. Bukannya lebih baik tapi malah semakin tersakiti. Ini itu bukan masalah cinta yang tidak harus memiliki. Bukan juga masalah cinta yang tidak berani untuk diungkapkan. Ini masalah hati yang belum siap untuk menerima semua apa yang akan terjadi.

Entah dari mana awalnya, tiba-tiba saja dekat dengannya dan menjadi sahabat walau hanya di dunia maya. Banyak candaan yang terkadang nyata namun dibuat-buat seakan itu hanya candaan saja. Ya, seperti ucapan suka atau sebagainya. Kata rindu pun kerap diutarakan walau terdengar lucu.

Jarak yang jauh pun menjadi salah satu penyebab hati takut untuk jujur. Mungkin dua hati bisa merasakan hal yang sama, tapi rasa takut itu mengalahkan semuanya. Kita adalah teman yang selalu mau berbagi, kau tidak segan mengutarakan kesedihan atau semacamnya kepadaku. Kedekatan kita pun menjadi suatu hal yang istimewa bagi diri ini. Tapi, entah kenapa hati ini sulit untuk jujur.


“Assalamu’alaikum,” ucapan salam selalu dia hadirkan saat menyapaku.

Ada satu rasa yang sedikit membuat diri ini terganggu. Mungkin, karena dia terlalu sempurna untukku. Ya, dia lelaki yang pernah tinggal di pondokan yang membuat hati ini ragu, walau dengan ta’aruf pun rasanya aku tak pantas.

Aku ini hanya gadis biasa. Untuk mengutarakan kata cinta membuat bibir ini beku. Lebih baik aku hanya diam membatu, agar tidak ada kata kecewa yang hadir dikemudian hari. Lebih baik kita bersahabatan, agar canda tawa selalu hadir diantara kita. Biarkan saja cinta ini berada di hati, agar ia tidak tersakiti. Karena aku tahu ini akan menjadi sia-sia walau diungkapkan.

Aku tidak tahu apa yang ada di hatimu. Namun, dengan adanya kehadiranmu aku menjadi bahagia. Ingin rasanya aku bertanya: “Bila aku mengungkapkan cinta ini, akankah persahabatan kita akan hilang? Akankah canda tawa itu sirna? Akankah kau menjauh, dan tak ingin melihatku lagi?”

Lebih baik aku diam. Lebih baik aku menjaga hati ini. Lebih baik aku simpan erat-erat rasa cinta ini. Karena aku takut kehilangan sahabat sepertimu.


Tidak ada komentar: